Bagaimana Menjadi Seorang Desainer Grafis? (Bagian II - Kembangkan Gaya Kamu)

Setelah mengetahui dasar-dasarnya, pada bagian kedua ini kita akan bahas tentang mengembangkan gaya (style) desain yang kamu minati. Ini penting,
karena fokus pada style yang kita minati akan lebih efisien daripada memaksakan diri untuk mampu membuat semua style desain.

Berikut ini kita bahas apa-apa saja yang perlu dilakukan untuk dapat mengembangkan gaya desain kamu.

Bagian II - Kembangkan Gaya Kamu

Lakukan apa yang kamu suka


Jika kamu menyukai desain kartun, otomatis kamu tidak akan suka tentang desain bangunan/arsitektur. So, jangan bermain-main dengan aplikasi Arsitektur seperti Autocad walaupun dengan alasan iseng ingin belajar. Karena mencoba hal baru yang memang tidak sesuai dengan keinginan dan passion hanya akan buang-buang waktu. Lakukan apa yang kamu suka, pelajari prinsip-prinsip menggambar kartun, ekspresi, emosi dan lain-lain. Begitu juga bila anda menyukai desain arsitektur atau desain lainnya, lakukan apa yang kamu suka. 

Baca Buku Tentang Design


Pada pembahasan sebelumnya kita telah bahas point ini. Namun jangan berhenti untuk terus membaca meskipun anda sudah selesai membaca banyak buku tentang desain. Text Book berbahasa Inggris lebih disarankan, karena banyak hal yang tidak dijelaskan oleh penulis buku berbahasa Indonesia. 

Belajar dari Karya Profesional



Saat ini untuk melihat karya para Desainer Professional cukuplah mudah. Situs-situs seperti Deviant Art,  Behance, Pinterest, Shadowness dan lain sebagainya. Follow, perhatikan, dan coba saja praktikkan apa yang dibuat oleh desainer favorit kamu di situs-situs tersebut. Lambat laun, kamu akan terinfluence dan memiliki skill seperti seorang professional.

Mempelajari Tipografi




Tipografi adalah seni cetak atau tata huruf adalah suatu kesenian dan teknik memilih dan menata huruf dengan pengaturan penyebarannya pada ruang yang tersedia, untuk menciptakan kesan tertentu, guna kenyamanan membaca semaksimal mungkin. (wikipedia)

Designer yang baik adalah yang mampu menyesuaikan jenis font dengan tema desain yang akan dibuat, mampu mengatur align tulisan agar berkesinambungan dengan layout, dan lain sebagainya. Jadi, pelajarilah tentang font. Walaupun anda tidak bekerja pada percetakan buku, majalah atau surat kabar, mempelajari tentang tipografi adalah hal yang serius. Bila anda tidak mengerti akan konsep keseimbangan antara font dan tema maka hasil design akan tidak bagus dilihat. Mulailah mengenal font baru.

Mengoleksi Desain yang Unik




Jika anda menemukan desain-desain yang unik di kehidupan nyata maupun di dunia maya, cobalah menyimpannya. Hal itu berguna untuk menambah pengetahuan anda akan kondisi trend yang sedang berlaku di masyarakat. Perhatikan Banner, Baliho, Iklan koran, Sampul Majalah, dan desain-desain yang anda temukan lainnya.

Jangan Hapus Kenangan

Walaupun suatu saat nanti atau sekarang anda sudah menjadi seorang yang professional, jangan sesekali menghapus desain yang pernah anda buat pada zaman dahulu kala ( :v ). Anda akan tersenyum dan merasakan nikmat perjuangan untuk mendapatkan ilmu-ilmu desain yang selama ini anda cari. Dari situ pula anda dapat membandingkan sejauh apa perubahan perkembangan desain yang anda buat. Simpan itu, jangan dibuang karena anda malu bila ada yang melihat karya hancur anda pada saat itu.






Modifikasi Karya Orang Lain

Tentunya anda pernah melihat hasil karya orang lain. Ada sebagian yang menurut anda adalah desain yang keren dan adapula yang sebaliknya. Cobalah mengotak-atik atau dalam istilah disebut Redesign, yaitu kegiatan mendesign ulang. Saat ini banyak logo-logo yang mengalami redesign, entah itu karena sudah tidak cocok dengan zaman, atau memang ingin melakukan perubahan.






Membuat Portfolio

Selain untuk melamar pekerjaan, porflolio juga penting untuk dibuat. Menilai diri sendiri juga perlu dilakukan, uraikan saja kelebihan dan kekuranganmu secara jujur. Lalu buat perubahan pada beberapa kesalahan yang dilakukan. Misalkan saja pada lomba tertentu, anda tidak menang. Kroscek apa sih kesalahan dan kekurangannya. Jangan lupa untuk mempostingnya pada situs-situs portfolio ataupun website pribadi anda.

Itulah beberapa hal yang bisa kita lakukan supaya gaya dari desain kita terus berkembang. Beberapa diantaranya masih ada yang saya sendiri pun belum lakukan hehe. Jangan lupa untuk membaca tips dan triknya pada artikel selanjutnya, Bagaimana Menjadi Seorang Desainer Grafis? (Bagian III - Tips dan Trik). Semoga bermanfaat!




Subscribe for latest Article and Tutorial


0 komentar:

Post a Comment